happy new mother

new

Lapang

Lapang

Lapang hati

Lapang jiwa

Lapang dada

Lapang segalanya

Lapang……….

Tak selamanya lapang jadi teman

Kadang ia begitu jauh

Tak terjangkau jiwa dan raga

Lapang…..

Kelapangan adalah harap

Harap insan di muka bumi

Keharapan yang sungguh niscaya

Lapang

Bila ia terasa jauh

Maka panggillah ia agar mendekat

Atau…buatlah lapang sendiri

Dalam hati yang seluas samudera

Lapang

Lebih baik dibuat

Daripada diharap

Sepakat de, makanya pemkot bandung sedang buat lapang sepak bola di gede bage… hehe

Jodoh; kesamaan atau menggenapkan

Kukutip tulisan ini dengan berbagai penggubahan…………

Kalau dulu aq mempunyai idealisme tersendiri tentang siapa yang menjadi pendamping hidupku, maka waktu telah membawa beberapa perubahan dalam hidupku. Yeah, mengutip kata2 dalam novelnya andrea hirata Time Heals Every Wounds. Waktu bisa mengubah segalanya. Kata Hasan al Banna juga : waktu adalah obat, time is medicine. Pantes ya, rasa-rasa yang negatif membutuhkan waktu untuk bertransformasi menjadi positif.

Contoh : dulu, saya sangat gandrung dengan yang namanya aktifitas yang mobile, hingga ga betah di rumah. Bepergian dan berinteraksi dengan orang-orang baru adalah kegemaran saya. Berada dalam iklim yang dinamis, sesaat membuat saya melambung dalam lautan idealisme. Namun, lama-kelamaan sedikit demi sedikit lautan realitas menggempur saya. Saya mulai melihat dari sudut pandang orang-orang kebanyakan, hmm betapa saya bisa memahami jalan berfikir orang yang dulu saya tak pahami.  Itu saya alami selepas kuliah; bahwa saya harus bekerja, bahwa saya harus berbagi dalam bentuk uang, bahwa saya diharapkan untuk mempertahankan kehormatan keluarga, bahwa saya berhadapan dengan realitas dalam dunia kerja yang tak selamanya indah, bahwa kemudian pekerjaan di butuhkan untuk menjaga harga diri sebagai seorang manusia dan sebagainya, bahwa betapa banyak orang melakukan pekerjaan apa saja demi menghidupi keluarganya dan beragam realitas yang terlalu panjang untuk diceritakan.

Tentang jodoh adalah salah satunya. Beragam kriteria tentulah ada dalam benak, sampai kelak Allah mempertemukan dengan jodoh yang tersurat dalam Lauhul Mahfuzh. Jodoh dalam pandangan saya pada awalnya adalah kesamaan-kesamaan atau kesekufuan. Inilah yang kemudian menjadi salah satu parameter dalam menemukan atau ditemukan oleh jodoh saya.

Namun, kemudian yang saya temukan dan yang Allah pertemukan adalah seseorang yang begitu berbeda dengan saya dan seseorang yang menggenapkan saya.  Artinya beliau punya sesuatu yang saya tak punya. Sebuah kenyataan yang tentu tak serta-merta saya lihat dari awal. Ya, maklumlah yang namanya manusia ilmunya serba terbatas. Apa yang dilihat, belum tentu apa yang sebenarnya terjadi.

Eh, udah adzan Isya. Distop dulu yah.

Disambung lagiii…………………

Beberapa perbedaan yang saling melengkapkan tersebut, tentu tak langsung terlihat di depan saya. Seiring perjalanan waktu, ditemukanlah satu per satu. Perlahan-lahan semua yang terasa tak logis, menjadi logis seiring waktu. Aku yang rada sembrono seringkali harus diingatkan oleh beliau yang bertipe-kan QC sejati. Alias detail dan seksama banget gitu lho..haha..maka dari itulah saya tak pernah ditempatkan sebagai seorang quality control yang menentukan layak tidaknya sebuah produk dilempar ke pasar. Ya mana mungkin diserahkan finishing touch tersebut pada seorang yang tak detail.

Jadilah, beliau yang mengingatkan setiap tengah bulan untuk membayar kontrakan, setiap pergi memeriksa apakah helmnya sudah bertengger di kepala atawa belum haha pernah tak pake helm gara-gara tergesa-gesanya, bahkan ketika 5 hari bersama ketika saya sedang membuat rundown acara untuk 2 hari kemudian, beliau yang pendiam itu duduk di samping saya (amboi antara grogi dan senang hehe), lalu menunjuk satu kata yang ketinggalan satu huruf. Wah, dasar perfeksionis! Malu saya euy. Dalam banyak hal beliau lebih peka daripada saya.

Trusnya, saya juga suka-suka membelanjakan uang. Dulu kan saya mikirnya, ya terserah saya dong saya mau apakan uang saya, toh ini hasil kerja saya. Namun, ketika udah berkeluarga tentu saja semua pengeluaran dan pendapatan wajib diperhitungkan, kecuali catat ini:SEDEKAH. Dalam sedekah ga berlaku hitungan logis matematis. Nah, beliau inilah yang rada selektif dalam pengeluaran, jadi saya agak-agak menurunkan standar juga hehe. Orangnya hemat banget dan ga gampang tergoda dengan yang namanya diskon besar. Bagi beliau kalau butuh semahal apapun dibeli. Kalau ga butuh ya semurah apapun dibiarkan lewat di depan mata. Beda gitu lho dengan saya yang seorang perempuan.

Dalam komunikasi juga agak berbeda. Beliau ini orangnya hemat bicara dan lebih suka diam, sementara saya suka bicara dan susah menghentikan pembicaraan. Gaya yang unik adalah salah satu dari dua percakapan berikut.

Jika beliau yang mengingatkan saya yang sedang seru bercerita, pasti komennya kayak begini; “Adek koq kuat banget ya ngomongnya?” atau “Adek yang begitu aja diceritain”. Kadang juga, “Koq mimpi diceritain segala dek?”

Kadang saya yang nyadar kalau mendominasi, jadi ngomongnya kayak begini, “Mas pasti lagi mikir, kapan adek berhenti ngomongnya ya?”

Hehe..jadi kangen deh yang masih di pabrik.

“adek …., yang begini aja kok ditulis.” Hehe becanda de, hmm moga makin banyak hikmah yang terkuak  dan membuat kita bahagia ya dek…Amin. Terima kasih ya Allah,tlah Kau kirimkan perempuan ilham dari syurga untuk menemaniku mengarungi kehidupan dunia yang seringkali teramat melelahkan….

Keep writing to change the world ……

Hari Bersejarah

Hari ini adalah hari bersejarah bagiku, sebab di hari ini aku membeli laptop yang baru. Bukan latop sebenarnya, tapi netbook dengan ukuran 10 inchi. Alhamdulillah, latop yang lama segera akan ditransfer kepada adik. Mudah-mudahan memberi manfaat dan keberkahan untuk semuanya………….

Samsung, ada juga ya laptop merk nya samsung, perasaan baru denger!

Kehamilan yang makin membesar membuatku semakin berat memikul laptop yang beratnya 2 kilogram tersebut. Aku membutuhkan netbook yang lebih praktis dan simple untuk dibawa kemana saja. Maka cukuplah dengan berat 1 kg, rasanya cukup pas dibawa di tas samping. Hehe, alhamdulillah, emang udah saatnya punya laptop baru.

Sekaligus memulai menulis lagi, banyak ide bertebaran dan harus segera ditangkap agar tak lepas begitu saja.

Hari bersejarah, oktober 2011

Engga Malu ^_~

Raihan namanya (6 tahun). Siswa kelas 1 yang amat lucu, riang dan polos. Raihan adalah siswa yang membuat saya jadi segar lagi setelah sebelumnya ngantuk karena nge-tes anak-anak kelas 1. Wajahnya yang sangat lugu dan polos serta ekspresinya yang spontan membuat saya langsung jatuh hati sejak bertemu, dan hem lumayan cakep juga hihi.

Suatu saat saya sedang berjalan-jalan di dekat WC. Anak-anak kelas 1 sedang ganti baju sehabis olahraga untuk bersiap shalat Jumat. Lho koq saya melihat anak-anak kelas 1 di tempat wudhu ikhwan koq ya ribut sekali, ketawa-ketawa sambil cekikikan. Eh pas nengok, ternyata mereka sedang ganti baju, dan enak aja cuma pake singlet dan celana dalam. Saya menjerit kecil dan berteriak…”Ih Raihan, enggak malu ganti baju keliatan sama Ibu Guru? Ibu Guru khan perempuan?”

Dengan polos, bocah kecil ini menjawab, “Enggak”

Ih, dasar bocah lugu.

Kadang di kelas 1, saya jadi senyum-senyum sendiri, pas ada seorang guru yang cerita. Suatu saat guru Matematikanya sedang ngajar di kelas. Mereka amat ribut sekali. Sang guru nyeletuk mereka yang sedang mengerjakan tugas, “Ih kelas 1 apa malu ga sama kelas 2 ya. Mereka amat tenang sedangkan kalian ribut.”

Dengan spontan mereka menjawab, “Enggak Bu”

Hahahahaha.

Unpredictable answer ^_^

Posting dari Grup Sebelah, Lets laugh Together

Alasan kuat kenapa BAHASA
INDONESIA terpilih dari pada
bahasa Malaysia, menjadi bahasa
resmi ASEAN yg baru saja
ditetapkan.
Contoh lucunya bahasa malaysia
di telinga kita : (ini beneran lho)
IND : Kementerian Agama,
MLY : Kementerian Tak Berdosa
(heloo …?!!)

IND : Angkatan Darat,
MLY : Laskar Hentak-Hentak Bumi
(ga asik bgt ya….. klw tarian
papua it’s oke , ekekekh)
IND : Angkatan Udara,
MLY : Laskar Angin-Angin
(untung ga laskar pelangi atau
laskar kentut)
IND : Terjun Payung
MLY : Askar Begayut
(kyk orang utan…. hohohoho !!!)
IND : Pasukaaan bubar jalan !!
MLY : Pasukaaan cerai berai !!
(talak tiga aja sekalian)
IND : Merayap
MLY : Bersetubuh dengan bumi
(apa rasanya bersetubuh dengan
bumi… ???)
IND : Rumah sakit bersalin,
MLY : Hospital korban lelaki
(asli NGAKAK ……
kahkahkahkah !!!)
IND : Belok kiri, belok kanan,
MLY : Pusing kiri, pusing kanan
(minum bodrex makanya gann !)
IND : Departemen Pertanian
MLY : Departemen Cucuk Tanam
(yuuk mariii ke mabes nyucuk
tanam kakakakakh)
IND : Gratis bicara 30 menit,
MLY : Percuma berbual 30 minit
(suka2 gue dong….)
IND : Satpam (Satuan Pengaman)/
security,
MLY : Penunggu Maling
(ngarep banget dimalingin ya
ampe ditungguin…gkgkgkgkh)
IND : Tank
MLY : Kereta Kebal
(lo kira dari banten kale ahh….)
IND : Rumah sakit jiwa,
MLY : Gubuk gila
(udah gubuk, gila lagi.. Kasian
banget deh)
IND : Dokter ahli jiwa,
MLY : Dokter gila
(ada ya yg mw disebut dokter
gila ?Wkwkwk..:O)
IND : Hantu pocongk,
MLY : Hantu Bungkus
(pesen atu dong bang,
dibungkus… xixixixixi )
IND : Toilet,
MLY : Bilik Merenung
(ampun deh…….sekalian OL aja
gan..)
IND : Traktor,
MLY : Setrika Bumi.
(segede apaan yak strikaanya?
IND : Tidur siang,
MLY : Petang telentang
(berarti lw tidur malem “gelap
tengkurep”)
IND : push up
MLY : perkosa bumi
(waaah.nafsu
amat…gkgkgkgk !!!!)

Thahira oh Thahira (2)

Akhwat, keibuan, anggun, sholehah…wah itu kira-kira gambaran pada Thahira. Sifatnya yang cewek banget membuat teman-teman semua suka padanya. Baru kali ini saya melihat akhwat se-dewasa dia dalam usia yang kira-kira masih 9 tahun. Bahkan sempat beredar gosip yang segera diketahui kebenarannya bahwa banyak juga ikhwan cilik yang suka dengan dia. Hehe, yah pinter bener tuh ikhwan milih bibit unggul tapi kira-kira udah ngukur diri belum ya? Hahaha, ya belumlah namanya juga anak-anak, mereka akan mengatakan apa saja yang terlintas dalam fikiran mereka tanpa berfikir terlalu jauh.

Diri ini tentu saja merasa malu mengingat pada usia 9 tahun dahulu, saya adalah anak keras kepala yang baru bisa membaca Alqur’an, suka ngeyel kalo disuruh, dan masih berpakaian seadanya kadang-kadang masih suka nyuri-nyuri ga shalat hehe. Untung aja ga ada foto masa lalu tersebut hehe.

Betapa beruntungnya Anda yang sudah baik dan sholehah dari masa kecil J

Cinunuk, Desember 2011

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.