Keep Your Brain

Kali ini, saya sedang seru-serunya belajar tentang otak. Brain in English…. Sejak saya belajar psikologi kognitif, saya amat tertarik dengan cara otak bekerja, bagaimana cara memaintenance otak dan sebagainya. Kebetulan saat saya dan suami tercinta sedang jalan-jalan ke Islamic Bookfair, saya menemukan buku bagus banget di stand MIZAN. Buku yang membuat impian S2 saya kembali menggebu (semoga dimudahkan Allah pada saatnya).

Buku itu berjudul Unlimited Potency of Of the Brain…

Here is the simple notes about this book….

Otak adalah bagian tubuh yang sangat berharga. Saking berharganya, orang-orang yang akademik amat mengagungkan benda yang satu ini.  Namun, otak takkan berkembang dengan baik begitu saja, tanpa ada upaya untuk merangsangnya hingga dapat berfungsi dengan baik.

Salah satunya adalah memberikan informasi yang dapat merangsang otak. Tak sembarang informasi mampu merangsang otak, informasi tersebut mempunyai syarat-syarat sebagai berikut;

  • Menantang. Lakukan sesuatu yang tidak lazim. Jika sering bermotor, maka coba pergi ke suatu tempat dengan angkot. Jika biasa menulis pake tangan kanan coba pake tangan kiri. Jika biasa mengirim instant messenger ke teman kantor, cobalah berjalan dan temui langsung orang yang bersangkutan.
  • Baru. Belajarlah sesuatu yang baru. Misalnya bahasa daerah tempat lain. Cobalah belajar bahasa Spanyol, Arab, Jerman (coba cari ungkapan-ungkapan sederhana seperti selamat pagi, terimakasih, maaf dan sebagainya). Jika tak pernah memasak, cobalah memasak masakan sederhana (asal jangan mie rebus hihi)
  • Bermakna. Lakukan sesuatu yang bermakna dan memberi nilai buat diri Anda sendiri. Misal; jadi relawan pada hari libur, membuka taman baca gratis untuk anak tak mampu, memberi hadiah pada sahabat atau saudara, menemani orangtua yang jarang dikunjungi seharian, menghibur teman yang sedang menangis dan sebagainya.
  • Umpan balik. Bila Anda melakukan sesuatu lalu gagal, carilah sebabnya lalu perbaiki. Misalkan, gagal membuat sebuah karya. Daripada Anda kecewa berlarut-larut, cobalah cari cara lain untuk melakukannya hingga mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Waktu. Cukupkan waktu mengerjakan sesuatu. Membuat tulisan bagus, hingga diterima dan diakui media massa terkenal tak bisa dengan sehari semalam. Perlu pembiasaan dan latihan yang berulang-ulang serta umpan balik hingga tahu bagaimana membuat tulisan yang lebih baik. Jika waktu terlalu pendek, maka sinapsis takkan terbentuk dengan sempurna.
  • Multimodalitas. Sebisa mungkin apa yang kita lakukan merangsang lebih dari 1 modalitas. Yang dimaksud misalnya modalitas gerakan, suara, gambar dan sebagainya. Itulah sebabnya, menonton atau video, selalu merangsang otak lebih baik daripada membaca.

Selamat membaca, tak hanya kaum akademis, orang awampun insya allah dapat memahaminya.

Cimahi, 4 Juli 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.