Everything can Changes

Seksi acara-ers. Itu julukan yang tepat bagiku, sebab seringkali dimana-mana aku menjadi seksi acara yang tugasnya adalah membuat konsep. Memang dari dulu bekerja di belakang layar sih hehe… memang udah bakatnya kali yaaa….jadilah pada event ke sekian kalinya, aku menjadi sang seksi acara yang akan merancang garis besar kegiatan kemah para siswa kali ini.

Namun, bagian paling menarik dari menjadi seksi acara adalah memantau saat kegiatan berlangsung. Bukan memantau acaranya, namun memantau perilaku para siswa, ya maklumlah hobinya emang suka mengamati orang lain (giliran diri sendiri, jarang introspeksi hihi). Yang unik dan menarik tentu saja, para siswa kali ini berada dalam suasana berbeda. Jauh dari orang tua, menyelesaikan masalah sendiri, ga boleh minta tolong dan sebagainya. (yeah, padahal gw dulu juga masih suka nangis kepada ummi).

Ajaibnya, seringkali ditemukan perilaku yang berbeda dan tak disangka-sangka. Seorang anak yang sehari-harinya males, bisa jadi kelihatan rajin dan berfokus tugas, jika diserahi sebuah tantangan. Seorang anak yang ceria dan populer jadi mudah menangis, ketika tidak bisa mendirikan tenda dengan cepat. Seorang anak yang bertipe-kan pemikir, akan merancang tendanya dengan sempurna sangat, hingga aku curiga jangan-jangan di mengukur kemiringan tenda sekian derajat dan ga boleh meleset satu senti meterpun. Seorang anak yang gilang gemilang dalam prestasi akademisnya, ternyata ga tau apa bumbu masakan. Seorang anak yang sehari-harinya minder, malah jadi sedikit terangkat kepercayaan dirinya karena sebuah amanah. Seorang anak yang menjadi kepercayaan diam-diam dari temannya, akan dijagokan untuk memegang amanah tertentu. Dan banyak anak-anak yang karena terbiasa mungkin dimanja di rumah, ga bisa cepat gesit bertindak ketika memasak. Diam aja ketika parafinnya habis, anteng aja ketika tempat masaknya berantakan, gugup ketika memasak nasi goreng, hingga api sudah dinyalakan dan minyak sudah panas, eh ternyata bumbu-bumbunya belum diiris, tolooong dong sayang…..

Itulah masa-masa melihat sisi lain kehidupan seorang anak. Yah, sebagaimana kata Umar bin Khattab, hanya dengan melakukan perjalanan jauh dan bermalam, maka kita bisa mengenal sifat asli seseorang.

See you in others story……

Cinunuk, 29 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.